4 Januari 2013

Kiku mengajak pergi ke Kerajaan Burung

     Ini dia Produksi POTRET 19 berikutnya, sebuah naskah anak dari Bapak Saini K.M yang mencoba mengampanyekan kepedulian akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem kehidupan, dimana sesama makhluk hidup kita harus saling menghargai akan peranan, hubungan, dan manfaat satu sama lain, seperti yang kita pelajari di Sekolah Dasar mengenai hubungan khas antar makhluk hidup dan lingkungan, seperti Simbiosis mutualisme yang tersirat di naskah berjudul "Kerajaan Burung" ini.
  
 Pemeran utama di naskah ini bernama Kiku, yang hendak pergi menuju Kerajaan Burung yang sangat jauh sekali, alasan apakah yang membuat Kiku memberanikan diri pergi mencari Kerajaan Burung dapat kita saksikan pada hari Sabtu, 12 Januari 2013 bertempat di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat (Jl. Bukit Dago Selatan No. 53 A, kawasan Dago Tea House), di produksi oleh Pondok Teater dan Kabaret 19 (Potret 19) dengan sutradara Nanang Idris, assisten sutradara dan penata gerak Tris Emdith, penata musik Dian Haydn, penata artistik Dodi Suandi dan Ipan CS, penata kostum Januar, dan penata rias Rai Irwan, insya Allah pertunjukan Teater Remaja ini akan pentas 4 (empat) kali, pada pukul 08.00, 10.00, 13.00, dan 15.00 WIB, untuk penonton umum bisa nonton di jam 15.00 WIB, informasi dan pemesanan tiket bisa menghubungi 085624217460.
  Ayo bersama Kiku pergi ke Kerajaan Burung...!!!

follow twitter @potret19 | @krajaanBurung19
Info terkait :

22 Oktober 2012

POTRET 19 akan terbang ke "KERAJAAN BURUNG" di 2013

follow twitter : @krajaanBurung19 - @potret19


    "Kreatifitas memang takkan pernah habis, apalagi kreatifitas remaja yang selalu tampil segar dan dinamis.." (Anonim)

     Di tahun 2013 nanti dengan semangat kalimat diatas Potret 19 hendak menyuguhkan sebuah Drama Musikal kembali dengan gaya remaja dan mengangkat naskah berjudul "Kerajaan Burung", “Kerajaan Burung” merupakan drama anak-anak yang bertemakan pemeliharaan lingkungan hidup dan naskah tersebut merupakan karya Saini K.M yang menjadi pemenang pertama SAYEMBARA PENULISAN NASKAH SANDIWARA ANAK-ANAK INDONESIA di tahun 1980/1981 DIREKTORAT KESENIAN, DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN, DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA.

   Potret 19 mengangkat cerita ini dengan misi agar anak-anak mampu mempelajari arti pentingnya menjaga lingkungan hidup dan keseimbangan makhluk hidup didalamnya melalui seni pertunjukan, penulis membayangkan naskah ini sebagai pertunjukan yang kaya dalam warna, suara, gerak, dan drama, maka dari itu karya ini sangatlah cocok bila dikemas secara musikal dan kolosal, dengan kostum, properti, setting yang unik dan penuh warna, dan tak lupa pertunjukan ini di adaptasi dan disesuaikan jaman, dengan gaya remaja yang segar.

Sinopsis
Kerajaan Burung menceritakan kenakalan anak Pak Lurah. Burung-burung diketapel seenaknya, sehingga enggan terbang di desanya. Akibatnya, ulat-ulat dan serangga muncul merusak tanaman - tanaman milik pak tani. Kiku, salah seorang anak yang bersahabat dengan burung diminta Pak Lurah untuk memanggil burung-burung kembali."

    Mari ikuti terus langkah kami untuk pergi ke "Kerajaan Burung" di 2013

17 Februari 2012

Drama Musikal 'Ajian Semar' Februari 2012

"...inilah kisah alam pewayangan.. penuh dengn warna-warni kehidupan.. sabda dalang aturan wayang.. sabda Tuhan aturan kehidupan.. kita hidup ibarat wayang, tiada kuasa dan wewenang hanyalah Dia sang dalang penentu hitam putih kehidupan.."


Sepenggal nyanyian yang menjadi awal pembuka Drama Musikal Remaja 'Ajian Semar' kemarin (17/02) di GK Sunan Ambu STSI  ini cukup memukau penonton, karena alunan musik dan nyanyian yang dibawakan oleh Pondok Teater dan Kabaret 19 (POTRET 19) yang berlaga di dalam rangkaian acara Festival Teater Remaja ke-3 yang di selenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) STSI Bandung sangatlah kolosal, apalagi keberagaman kostum dari pemain yang sangat membuat mata menjadi bergairah.

Nyanyian dan tarian yang menjadikan modal utama dari pementasan Drama Musikal Remaja ini dapat dibawakan begitu cantik oleh puluhan Remaja yang berasal dari SMA Negeri 19 Bandung ini, ditambah dialog-dialog dari pementasan Drama Musikal ini begitu mudah dipahami, karena menggunakan gaya bahasa sehari-hari, sehingga menciptakan penampilan yang sederhana. Didalam cerita ini begitu kental aksen pewayangan yang di pakai, itu tercitra oleh 3 gunungan wayang besar yang menjadi latar di pementasan ini, walau icon wayang sunda yang dimainkan perannya disini hanyalah punakawan saja (Semar, Cepot, Dawala, dan Gareng. red), namun penyebutan nama Bataraguru di dialog yang di ucap Semar memperkuat bahwa cerita ini terinspirasi oleh cerita-cerita pewayangan yang begitu beragam dan kuat akan pesan moralnya.

Di babak awal, kita dapat melihat beberapa orang yang berperan sebagai padi, dengan alunan seruling mereka menari seolah-olah tertiup angin, itulah pencitraan yang terjadi mengawali dimulainya cerita Ajian Semar ini, warga Karang Tumaritis yang sangat menghormati Semar sebagai Kyai Lurah Karang Tumaritis bernyanyi begitu gembira. dan seketika Warga Karang Tumaritis pun menyanyikan lagu sendu karena melihat Semar yang tiba-tiba saja berubah dengan berdiam diri dan sedikit merenung, disitulah pembangunan konflik terjadi, sebuah kekhawatiran bencana akan melanda Karang Tumaritis, tanda-tandanya sudah terjadi, warga pun kembali bernyanyi begitu emosional "..manusia menjadi-jadi, rasa peduli berganti duri, hutan pohon ditebangi, sungai laut dicemari, hewan-hewan disakiti, udara kotor berpolusi, manusia alam pu sudah tak bisa serasi..", 


Tak lama kemunculan 3 anak Semar yang bernyanyi menyesuaikan karakternya membuat suasana semakin berwarna, Cepot yang inginkan cuaca cerah agar segera mencari uang, harus adu mulut dengan Dawala dan Gareng yang menginginkan sebaliknya. Terkadang guyonan dari Semar, Cepot, Dawala, dan Gareng membuat gedung kesenian (GK) Sunan Ambu tertawa, mereka berguyon dengan kekinian, ada istilah mention (twitter) yang terucap dari Semar, membumbui dialog-dialog yang terucap.

Babak 2 menceritakan adegan hutan yang begitu asri, tampak burung-burung berwarna-warni menghiasi hutan tersebut, ada juga beberapa monyet begitu lincahnya, dibalik keasrian hutan tersebut tampak seorang putri pengadil keraton bersama pengawalnya datang berniat mencari suaka untuk binatang-binatang didaerahnya, namun kedatangan mereka dianggap menggangu batas wilayah kerajaan Raksasa, hingga terjadi perkelahian yang mengalahkan para pengawal Putri pengadil keraton tersebut, tak lama Cepot pun datang menolong, hingga para Raksasa kocar-kacir dibuatnya. disitulah awal terjadinya konflik besar-besaran, para buta yang tidak menerima perlakuan Cepot datang menyerang Karang Tumaritis hingga porak poranda dan Semar pun dilumpuhkan, dengan diambilnya kuncung sakti miliknya, Semar pun lemah tak berdaya, dan menugaskan Cepot untuk pergi melawan para Raksasa. Ditengah pementasan, masalah teknis terjadi, mic yang dipakai terjadi kerusakan, akan tetapi para aktor dan teknisi yang bertugas berusaha agar tetap menyuguhkan pementasan terbaiknya. Hingga pementasan berakhir dan penonton pun bertepuk tangan tanda apresiasi dari mereka.

Pementasan ini sebuah media belajar para kumpulan remaja yang ingin terus menggali potensi diri di sebuah pementasan bertajuk Drama Musikal, kalaupun memang masih banyak yang harus dibenahi dan di pelajari, pastilah mereka sungguh sangat siap untuk bisa mengejarnya... so??? go remaja.. go Potret 19 !!!

5 Februari 2012

sebuah Drama Musikal Remaja di tahun 2012

Keluarga Mahasiswa Teater (KMT) STSI Bandung melaksanakan kegiatan Festival Teater Remaja se-Jawa Barat, dan di tahun ini mereka melakukan kegiatan untuk ke-3 (tiga) kalinya, mengawali dari surat undangan yang mereka berikan kepada kami, kami merasa terpanggil untuk dapat mengikuti Festival ini, apalagi syarat dari Festival Teater Remaja ini Naskah dan Teks pertunjukannya dibebaskan, sebab itu kami memberanikan diri untuk memproduksi sebuah konsep Drama Musikal Remaja, dengan mengangkat cerita 'Ajian Semar' yang pernah kita pentaskan di tahun 2009 silam.

Besar harapan kami agar pementasan yang kita tampilkan ada pada batasan sebuah pertunjukan yang 'BAIK', dan menjadikan pertunjukan Drama Musikal ini berkesan di mata penonton khususnya, walaupun dengan waktu latihan yang menurut kami sangat kurang sekali untuk mencapai waktu ideal dalam latihan sebuah pertunjukan Drama Musikal, tapi kami berusaha semaksimal mungkin agar lagu-lagu dan tarian yang diberikan dapat teraplikasi dengan baik oleh kita di pertunjukan ini. Apalagi konsep dasar tarian yang dipakai di pertunjukan ini kebanyakan mengadaptasi dari gerakan sederhana yang biasa kita pakai di aktifitas sehari-hari, bahkan gerakan-gerakan yang terkesan ngelantur dan mudah di pahami. Lagu dan nyanyian di pertunjukan ini beragam, tapi jenis aliran Pop sangat mendominasi, mengingat lagu-lagu ini masih sama dengan pementasan Ajian Semar di 2009 lalu, hanya beberapa di arransemen ulang dan diperbaharui sesuai kebutuhan tarian dan adegan, bahkan ada beberapa tambahan ilustrasi musik, dan lagu yang mungkin dapat menjadikan pementasan kali ini lebih fresh dan sedikit berbeda dengan pertunjukan sebelumnya.    



Naskah dari pertunjukan Drama Musikal Remaja 'AJIAN SEMAR' kita buat sendiri (Potret 19), disutradari oleh 2 orang (Tris Emdith dan Nanang ID), Assisten Sutradara: Rizky Kutonz RDA, Penata Musik: Dian Haydn; Penata Tari: Tris Emdith, Rheza 'Ucil' Firmansyah, Tantra Afianto, Penata Artistik: Ipan Cs, Teguh Citra Alam, Penata Kostum: Irwan dan Januar.

Nantikan Pertunjukan Drama Musikal Remaja kami hanya di 17 Februari 2012 bertempat di GK Sunan Ambu STSI Bandung, mengangkat sebuah cerita hitam putih kehidupan. Sebuah pengenalan konsep dari pementasan berikutnya yang akan kami pentaskan di akhir tahun 2012!!!


20 November 2011

THEME SONG of POTRET 19 2011

mengikuti efek dari lagu 'Setitik Jingga' yang sudah di buat dan di peruntukkan menjadi sebuah Theme Song anggota Potret 19 agar menjadikan lagu tersebut cerminan diri serta pembangunan karakter diri melalui lirik-liriknya, sehingga menjadikan kita semakin semangat dengan lagu tersebut, karena lagu tersebut sempat dijadikan lagu pengiring kita saat proses men-set artistik di sebuah festival, atau menjadi Closing Song saat pementasan kita selesai. ditahun 2011 ini, bersamaan dengan diadakannya event Perang Warna 19, Tris Emdith dan Dian Haydn, menggubah sebuah lagu yang berjudul 'Bersama Sang Jingga', kata-kata yang menjadi sebuah bait di lagu tersebut dicipta sesuai rangkuman pengalaman pribadi secara global yang dialami oleh tiap-tiap individu di Potret 19, ditengah lagu tesebut diselipkan sebuah lirik serupa Hymne yang menjadi motivasi kami di Organisasi ini.

kami disini bukan tuk mencari uang
kami bentuk diri dengan haru dan senang
dan kami tak manja banyak mau dan peminta
kami siap menghadang sejuta tantang menerjang 

Semoga lagu ini dapat menginspirasi banyak Organisasi yang ada, karena bagaimanapun, sebuah organisasi akan selalu berkembang jika didalamnya terdapat anggota-anggota yang menanamkan Cinta kasih disetiap harinya.

lagu tersebut bisa di download disini

LIRIK BERSAMA SANG JINGGA
Cipt : Tris Emdith
Arr  : Dian Haydn & Tris Emdith


terkadang hati ini penuh kemelut
terkadang pikiran ini buram dilanda kabut
suka cita, tawa canda hadir selalu menyerta (menerpa)
kesedihan, duka muram sedikit hadirnya


kebersamaan selalu menerima apa adanya
berkreasi, inovasi, selalu ada motivasi

| kami disini bukan tuk mencari uang |
| kami bentuk diri dengan haru dan senang |
| dan kami tak manja banyak mau dan peminta |
| kami siap menghadang sejuta tantang menerjang |

*bersama sang jingga kami penuh semangat
walau lelah terpejam kan selalu bersahabat
bersama sang jingga cinta kami melekat
bersama sang jingga kami akan selalu, jadi yg terhebat

saat mengerti hidup dan tumbuh dewasa
berlari jauhi gelap hindarai kata benci
segala yg kita bina beri sejuta warna
kreatifitas, loyalitas, hadir tanpa batas

saat nanti waktu jarak memisahkan kita
kenangan bersama kita akan selalu ada

*


10 Oktober 2011

Budayamu Warisanku - Belajar tradisi itu sebuah prestasi

 
Pertengahan bulan september 2011, ditengah-tengah kesibukan pendidikan latihan dasar calon anggota baru, dan penyelenggaraan Festival kabaret SMA Negeri 19 Bandung, kami tertantang untuk mengikuti Festival di Braga City Walk yang bertemakan Spirit of Sunda. Setelah beberapa pertemuan kami berlatih teknik-teknik dasar Tari Jaipong oleh abang kita tercintah Tris Emdith yang dia bilang "Pemanasan sebelum cerita baru di produksi", karena beliau menginginkan Tari Jaipong benar-benar kental di cerita tersebut, dengan pertemuan minim dan teknik dasar yang minim, tapi beliau yakin bahwa kita bisa mempelajari dan mengembangkannya, tapi ternyata Festival Kabaret di Braga itu pun di undur dengan waktu yang mendekati Festival yang Insya Allah kita akan selenggarakan, apa boleh buat, kita pun mengurungkan niat untuk mengikutinya, alasannya agar fokus tehadap sebuah tujuan awal, apalagi Akhir bulan Oktober juga kita akan mengadakan Resital Pementasan juga Pelantikan Anggota muda POTRET 19 angkatan ke-15. (waaaah... memang bulan yang dipenuhi kesibukan yah,, sesuatu bangeeet...)
Beberapa hari setelah pemutusan ketidak ikut sertaan kita di event tersebut, BOSMAT (Bocah SMA Tujuh), kawan kita sesama tim kabaret Bandung, mengundang kita untuk ikut di Festival KABUKI (2 Oktober 2011) yang diselenggarakan bersama ulang tahun ke 26 Organisasinya tersebut, dengan mengangkat tema Kabaret Kebudayaan Unik Indonesia (KABUKI), seolah-olah membuka nafas lega untuk kembali meneruskan latihan dasar Tari Jaipong yang sebelumnya telah kita lakukan. kami pun bersemangat untuk mengikutinya, apalagi si Abang sudah mulai membuat mixingan kabaretnya, walaupun hanya baru beberapa bagian cerita yang mulai dilatihkan.
Seiring berjalannya waktu, kami berlatih dan memproduksi Kabaret yang pada saat itu belum tau judulnya apa, kami melakukan penghafalan beberapa plot adegan dan tarian yang diajarkan si Abang dan A Uc... (si a ucil) tak jarang kami harus melakukan latihan sendiri, atau sesekali alumni yang datang tidak menentu siapa-siapanya meng'garap' kami, hingga si A Iting pun 'lieureun' dan menghilang entah kemana...
Setelah kita cari tahu, ternyata judul yang akan kita ambil adalah "Budayamu Warisanku" sebuah cerita yang begitu memotivasi, bahwa sebuah Budaya nenek moyang adalah warisan kita yang kelak akan jadi warisan juga untuk anak cucu kita, dengan mengangkat kesenian sunda seperti Tari Jaipong, Permainan tradisional, dan pemanfaatan bambu menjadi kekuatan nilai budaya di produksi kali ini, hari demi hari dilalui, tim artistik pun belum mengerjakan artistik karena kesempatan bertemu dengan kreator cerita sangatlah minim, dan ternyata hanya dengan waktu 3 pertemuan, artistik yang dikerjakan A Iting dkk (a Dodi, a Kuton, a Yogi, a Lutfi, a Decky, a Sandi, a Januar, dll) pun selesai dikerjakan, sebelumnya kami takut dengan waktu yang sebentar lagi, pengerjaan Artistik tidak optimal, semangat tim Artistik semakin menggebu setelah si Abang berjanji "Kalau artistik ini jd The Best Artistik, kita pesta J.CO". dibalik itu semua, entah kenapa semangat para pemain terlihat menurun ketika latihan, hasil evaluasi latihan menegaskan, power kita kurang, kita kurang ada keterikatan antara pemain satu dan pemain lainnya, ketidak jelasan apa yang kita lakukan diatas pentas, dan juga semua hal buruk yang terlihat kontras dengan apa yang Sutradara inginkan, setelah evaluasi tersebut kami pun berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras, apalagi sang Sutradara memotivasi untuk memberikan kado terindah di ulang tahun Potret ke-16 yang jatuh tepat saat kita Gladi Resik produksi cerita (1 Oktober 2011), Akhirnya setelah kurang lebih 2 minggu (sekitar 6 pertemuan) kami pun telah menyelesaikan pemroduksian, dan di hari Gladi Resik, kita kedatangan A Topan dan A Jiman disusul A Dani Pub, yang melihat Rolling latihan kita, mereka mengevaluasi soal penampilan kami, apa yang disampaikan mereka tak jauh dari apa yang Sutradara pernah evaluasi di hari-hari sebelumnya, akhirnya sutradara memutuskan untuk menggarap detail dari babak awal sampai akhir, dan ditambah pula adegan tambahan yang sebelumnya tidak ada guna membantu menutupi kekurangan kita di pementasan tersebut, seperti penambahan adegan Arwah Nenek Sepuh yang menjadi burung, dan kedatangan warga di awal babak, adegan yang harus di detail ulang adalah babak awal dan detail para penari, yang kebetulan A Jiman lulusan Seni Sunda, A Jiman pun dengan senang hati memperbaiki apa yang kurang dari detail penari Jaipong, juga A Topan yang membentuk karakter para pemain di babak awal agar terlihat lebih berkarakter lagi... dan alhamdulillah, hasil pun agak membaik, mungkin karena sudah lelah, Gladi Resik pun perubahannya tak begitu jauh membaik dengan apa yang sebelumnya terlihat di Rolling awal.
Hari pementasan pun tiba, kami melakukan persiapan tepat pukul 07.00, kami berangkat menuju Gedung Kesenian Sunan Ambu Kampus STSI Bandung, dengan niatan menampilkan yang terbaik, kami pergi dengan penuh semangat. Kami pun melakukan persiapan make up dibantu A Irwan dkk, finishing artistik, dll di sebuah ruangan samping backstage. Upaya semoga tidak ada hal yang kita tidak inginkan terjadi sudah sangat di usahakan begitu mendasar, namun tetap saja ada satu hal yang membuat kita tetap mnjadi was-was dan mendadak ricuh, kaos salah seorang penari (Risa) lupa dibawa, kemungkinan besar tertinggal di sekretariat POTRET 19, Januar pun bertindak cepat, dia pergi dan hendak mencarinya, dan Alhamdulillah, usahanya pun berhasil, tadinya sih kalau gak ketemu mau mendadak beli, tapi Allah berkata lain ^_^.

11.15 tepat kami melakukan pementasan, sebelumnya 3 peserta lainnya telah melakukan pementasan juga, kami pun melakukan persiapan di stage, sambil MC sedang chit-chat (kita ga tau mereka ngomong apa.. orang kita konsen ama pemasangan setting ^_^). Kami pun berusaha bermain relax, apalagi hal yang sangat jarang terjadi ada di pinggir stage, para crew yang biasanya nonton di depan panggung, mereka harus nonton di pinggir panggung.. hahahahaha. Babak demi babak kami lalui dengan permainan yang cukup aman (tidak tegang dan 'gurung gusuh'), apalagi si Bang Tris yang dari awal sampai akhir babak, melakukan tindakan ngawur dan sekali-kali 'ngahereuyan' pemain yang hendak masuk stage, bahkan para pemain yang lagi di stage, itu semua membuat kita semakin nyaman bermain. Namun sebuah kesalahan kecil terjadi, Fadhini yang saat itu memerankan tokoh wanita utama telat masuk dibabak menjelang terakhir karena bingung sma properti, yaaahh,,, tapi itu semua tertutupi oleh kerapihan kita bermain (iya gitu??? ga tau juga.. hihihihi)
Dan akhirnya tepuk tangan penonton menandakan berakhirnya pementasan kami, kami pun disanjung oleh salah seorang juri yang mewakili para juri untuk menyuarakan komentarnya, kata beliau "permainan kami yang cukup punya sentuhan penyutradaraan, dan juga para pemain yang sama rata secara permainan"... Alhamdulillah, itu semua bakal jadi pegangan yang bakal kita jaga dan kita tingkatkan lagi..
Tibalah kita di saat Pengumuman.. (suasana tegang) tapi "apapun yang terjadi diam" adalah motto kita saat Pengumuman juara, sebenernya itu alibi buat kita gak terlihat tegang sih... hahahaha, dimumkan penghargaan- penghargaaan seperti The Best Artis, diraih oleh DeJavoo (SMA 16 Bandung), The Best Aktor.... wuih nyangkut nama Dadang dari POTRET 19,,,, hahahahaha ternyata ka Uus, kan perannya namanya Dadang, hehehe,, Alhamdulillah,, berlanjut ke The Best Koreografi jatuh kepada Lampion (SMA 3 Sukabumi), The Best Artistik,,, POTRET 19,,, wuiiiih alhamdulillah, dan ada yang nyeletuk dari salah seorang penonton "angger", wuih kami pun saling pandang, ya,,, itu bakal menjadi beban moril bagi kami ^_^ yang bakal kami selalu pertahankan,, berlanjut ke the best Mixing jatuh ke Dejavoo, The Best Story Lampion, Juara Favorit JEBEW 808 (SMA 8 Bandung),,,, Juara 3 jatuh kepada Lampion, Juara 2 Dejavoo,,,,, dan Juara 1,,, (Jeng jeng.....!!) kami tidak menyangka POTRET 19 dari SMA Negeri 19 Bandung disebut oleh Para Juri yang ada di atas pentas..... kami pun bertepuk tangan, setelah piala di tangan si Abang diatas panggung, kami hendak melakukan Euphoria kemenangan, tapi si Abang malah menyuruh diam dengan berkata "sssttt... gandeng!!" dan saat piala itu diangkat dan ditunjukan kepada kita, beliau pun memberi isyarat dan menyuruh kami bertepuk tangan dan berteriak melakukan Euphoria mendapat Juara 1 dan Juara Umum di Festival KABUKI tersebut..... kami pun terharu dan menjadikan motivasi agar selalu memberikan prestasi disetiap karya-karya kami, karena bagi kami prestasi terbaik kami adalah ketika proses sebuah karya kami berjalan baik dan menciptakan sebuah kesan di saat pementasan berakhir, bukan soal Juara 1, karena penghargaaan 'Juara' adalah sebuah keberuntungan saja... tapi nilai-nilai dibalik itu semua yang akan selalu kami jadikan motivasi untuk kerja keras kami, dan dari pemroduksian itu juga banyak sekali evaluasi dan perbaikan yang harus jadi PR buat kita, untuk pemroduksian kedepannya...
Selalu semangat...!!!
^_^

12 Juli 2011

Penerimaan Anggota Baru POTRET 19 angkatan ke-15 tahun 2011

Wah... udah gak kerasa aja kita mau punya 'Copet-copet' baru, eittt... bukan Copet sembarang Copet yah, Copet disini maksudnya 'Calon Anggota Potret' hehehe... Inilah kesempatan temen-temen siswa baru SMA Negeri 19 Bandung tahun ajaran 2011-2012 yang baru saja masuk kedunia Putih Abu untuk bisa bergabung bersama Organisasi penuh kreasi dan imajinasi di Kampus SMA Negeri 19 Bandung tercinta ini...Generasi ke 15 yang akan segera menyusul menjadi adik baru, keluarga baru, juga 'korban' baru di Organisasi ini,

Temen-temen gak akan pernah nyesel kalau udah bergabung dengan Organisasi ini, bahkan yang nyesel nantinya adalah orang-orang yang tidak ikut serta di Organisasi ini, Karena apa? seperti yang kita pernah sebutkan di awal cerita, Organisasi ini memang khusus untuk siswa baru SMA Negeri 19 Bandung aja, jadi, siswa-sisiwi diluar SMA Negeri 19 Bandung gak akan mungkin bisa bergabung dengan keanggotaan organisasi ini, bahkan Siswa-siswi SMA Negeri 19 Bandung sendiri yang sekarang kelas 11 atau 12 yang ingin menjadi anggota kami sekalipun tidak bisa, karena sudah menjadi komitmen awal dari dimulainya Organisasi dengan nama Pondok Teater dan Kabaret 19 ini, dengan alasan kontinuitas keanggotaaan.

Dari mulai Calon Anggota Potret 19 (anggota baru yang baru saja mendaftar) dididik dan dibina dengan dasar-dasar materi pemroduksian, dasar seni peran dan tari, juga dasar-dasar keorganisasian bidang seni, mereka dididik dan dibina melalui Pendidikan dan Latihan Dasar (Diksar), kemudian mereka yang bisa melewati Diksar dengan baik akan di hadapkan dengan ujian seni / resital pemroduksian garapan seni, dan dilanjut dengan pengangkatan atau pelantikan menjadi Anggota muda. Tugas dari Anggota muda Potret 19 adalah belajar dan berlatih menjadi sekelompok anggota yang dapat bekerjasama dan menjadi tim yang solid sehingga siap untuk menjadi anggota dari Kepengurusan Potret 19 (biasanya siswa kelas 11), merekalah yang akan memegang kendali atas program juga sistem keorganisasian Potret 19 dibantu oleh Dewan Alumni yang sudah berpengalaman dibidangnya, menginjak ke kelas 12 barulah mereka menjadi Anggota Penuh Potret 19 setelah melakukan evaluasi dan Pertanggung Jawaban selama menjadi Pengurus Potret 19.
Dari penjelasan diatas sudah mengertikah alasan kenapa keanggotaan baru dikhususkan untuk siswa baru saja apalagi bukan siswa SMA Negeri 19 Bandung? kesimpulannya untuk menjaga kesistematisan organisasi Potret 19 itu sendiri... hehehe

Waduh jadinya malah ngejelasin nih, tapi gak apa-apa itu hanyalah gambaran proses dan teknis dari pergerakan keorganisasian ini, lagian kalau sudah tergabung di keorganisasiannya, semuanya akan mengalir begitu aja. Oh iya, perlu diketahui temen-temen, biasanya di awal Masa Orientasi, tidak jarang banyak siswa yang salah paham dengan organisasi kami karena masalah nama, kami terkadang dianggap ekskul bidang Fotografi karena nama kami 'POTRET', dan memang di SMA Negeri 19 Bandung ada Organisasi dibidang Fotografi dengan nama 'KOKANG', padahal nama Potret itu sendiri merupakan singkatan, tapi tetap saja masih banyak yang salah mengartikannya (maklum anak baru.. hehehe).

Di tanggal 16 Juli 2011 Insya Allah kami akan mendemonstrasikan kegiatan kami, mulai dari adanya Saung Prestasi dan dokumentasi karya, serta menggelar pementasan kabaret di lapangan basket kampus SMA Negeri 19 Bandung. kalaupun ada pertanyaan dapat langsung ditanyakan ke panitia pada saat itu juga, biasanya sih pake baju kebesaran (bukan longgar yah, maksdunya baju Potret19.. hehe), di saung itu juga akan ada Formulir yang bisa diisi dan tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku (udah kaya provider aja nih), dan biasanya Formulir selalu habis, tapi cukup disayangkan, yang ngembaliin formulir cuma setengahnya, gak tau kemana tuh Formulir, kayanya dibawa pulang terus di jadiin bungkus gorengan... haduh,,, sayang sekali... ahahahah

So? buat temen-temen baru SMA Negeri 19 Bandung yang masih bingung dengan Ekstrakurikulernya? kita gak maksa untuk menjadi anggota kami, tapi pilihlah Organisasi yang mampu menjadi sarana kegiatan belajar mengenal pribadi dan orang-orang sekitar agar dapat menjadi insan yang penuh kreatifitas tinggi, berinovasi, dan bekerja sama dalam hidup yang mandiri...
(bersambung)